Dukung Program Menghadap Laut KKP, KEHATI Bersih-Bersih Pantai Sangiang

Foto-3

Banten – Dalam rangka mendukung Program Menghadap Laut yang diusung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yayasan KEHATI melakukan bersih-bersih Pantai di Pulau Sangiang, Banten (18/8). Kegiatan yang dilakukan oleh karyawan KEHATI dan perwakilan warga lokal ini bertujuan untuk membersihkan pantai dan terumbu karang dari tumpukan sampah plastik. Berlokasi di Selat Sunda, Pulau Sangiang banyak disinggahi oleh sampah plastik yang berasal dari pesisir pantai Provinsi Banten dan Provinsi Lampung.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini dapat menginspirasi masyarakat lokal dan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda untuk mencintai laut Indonesia. Sangat disayangkan jika keindahan laut Pulau Sangiang dirusak oleh banyaknya sampah plastik,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos.

Pulau Sangiang memiliki luas 700 ha. Sejak tahun 1993, pulau ini berstatus taman wisata alam. Karena keindahan alamnya, banyak wisatawan lokal yang berkunjung baik untuk snorkeling maupun diving. Salah satu biota laut yang bisa ditemui di sekitar Pulau Sangiang yaitu ikan badut. Tak heran jika pulau ini dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban Banten/Seven Wonders of Banten.

Selain bersih-bersih pantai, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk mengenal kekayaan laut Indonesia. Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.  Indonesia memiliki wilayah terumbu karang terbesar di Asia Tenggara dengan luasan mencapai 39.500 km persegi, dan mencakup 16 persen habitat karang dunia.

“Kami melihat perilaku merusak lingkungan oleh masyarakat juga banyak disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu kami tidak akan pernah lelah untuk terus mengomunikasikan tentang program pelestarian keankeragaman hayati kepada masyarakatt Indonesia,” jelas Riki.

KEHATI sendiri memiliki program yang fokus pada pegembangan masyarakat di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang dinamakan Save Ocean and Small Islands (SOSIS). Program ini bertujuan menyejahterakan masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial, seraya melakukan pelestarian keanekaragaman hayati melalui skema ekowisata dan program adaptasi perubahan iklim. Beberapa wiilayah yang tersentuh program SOSIS yaitu Pulau Maratua Kaltim, Pulau Harapan DKI Jakarta, Kepulauan Sangihe Sulut, dan Desa Pandansari Brebes Jawa Tengah.

Penulis: Muhammad Syarifullah (Manajer Komunikasi, Edukasi & Outreach Yayasan KEHATI)

/ Aktifitas, Target Nasional 1

About the Author

Anda akan meninggalkan halaman website Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Indonesia,

Apakah anda yakin?

Menuju ke : http://inabif.lipi.go.id/
Lanjutkan
close-link

Anda akan meninggalkan halaman website Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Indonesia,

Apakah anda yakin?

Menuju ke : http://kkji.kp3k.kkp.go.id/index.php/basisdata-kawasan-konservasi
Lanjutkan
close-link

Anda akan meninggalkan halaman website Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Indonesia,

Apakah anda yakin?

Menuju ke : http://ejournal.lipi.go.id/
Lanjutkan
close-link